Terungkap, suara misterius lintasi pulau Jawa

Apakah motif dan tujuan pesawat Antonov An-12BP melintasi sebagian wilayah pulau Jawa di malam hari? benarkah NKRI tujuan berikutnya? seperti diceritakan dalam novel Ghost Fleet?

Diperkuat informasi via whatsapp grup beberapa teman yang berdomisili di wilayah Utara pulau Jawa, suara misterius ini terdengar jelas di udara, sekitar pukul 23.00 – 01.30 WIB.

FlightRadar24 mencatat jenis pesawat Antonnov An-12BP hadir di malam itu, entah maksud – tujuannya, mengundang kecurigaan di tengah panasnya situasi politik internal negeri.

Antonov An 12 (via wikimedia)

Data penerbangan pesawat Antonov An-12BP dengan nomor registrasi UR-CGW memang tercatat via situs Flight Radar 24. Namun tidak semua log history tercatat dimana saja pesawat yang memiliki empat mesin turbo tersebut mendarat dan lepas landas.

Rute Antonnov yang terekam via flightradar24.com

Pada tanggal 12 Desember 2018, pesawat bermesin 4 turboprop ini lepas landas dari Georgia menuju Hyderabad, India. Menyeberangi atas laut Kaspia, danau terluas yang terletak di antara benua Eropa dan Asia. Selanjutnya, tidak jelas kemana lagi pesawat itu berlanjut.

Kelik Widjanaarko, Manajer Operasinal AirNav cabang Semarang, belum berani memastikan bahwa suara misterius tersebut berasal dari pesawat Antonov AN-12.

Dilansir via Detik ia bilang, “Hal tersebut diyakini baling-baling pesawat bahwa pergerakan pesawat di wilayah udara yang di Indonesia adalah 24 jam bisa sipil atau militer. Jam tersebut AirnNav Semarang sudah closed, jadi kami tidak ada data,”

Pada 14 Desember 2018 pukul 00.40 WIB, pesawat Antonov kembali melintas di langit Purwakarta, Jawa Barat. Dengan ketinggian terdeksi 15.350 kaki hingga sekitar daerah Subang empat menit kemudian.

Anehnya pesawat menghilang pada situs flightradar24 yang kemudian terdeteksi kembali di area Kendal, Jawa Tengah pada pukul 01.14 WIB. Seperti siluman, tidak ada kejelasan lagi dimana selanjutnya pesawat kemudian mendarat dimana.

BACA JUGA Mengungkap Ritual Freemason di Indonesia

Mencocokkan dengan situasi saat ini

Kita selalu berharap negara ini selalu berdaulat dalam kesatuan NKRI, tapi tidak ada salahnya kita mengantisipasi perihal teori pemecahan Indonesia menjadi beberapa bagian di masa depan.

Mengganasnya pasukan separatisme OPM belakangan ini, ditambah serbuan WNA Cina yang tidak lagi berstatus sekedar turis, namun pekerja kasar, patutlah kecurigaan ini beralasan. Apalagi berkaca bagaimana pemberontakan Tibet dimulai dengan penyusupan tentara Cina yang berpura-pura sebagai pekerja kasar saat itu.

“Banyak cara yang dilakukan negara asing untuk menguasai kekayaan alam Indonesia, salah satu cara yaitu dengan membuat Proxy War. Saat ini sudah terasa adanya Proxy War dan kita harus waspadai karena sudah menyusup ke sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Caranya dengan menguasai media di Indonesia dengan menciptakan adu domba TNI-Polri, rekayasa sosial, perubahan budaya, pemecah belah partai dan penyelundupan narkoba sudah jauh-jauh hari dilakukan,” pesan Gatot Nurmantyo di bulan Februari 2016 silam.

Benarkah makin hari kedaulatan negara ini tidak lagi sebesar dulu? benarkah banyaknya penyusup dan double agent yang menjadi benalu dalam sistem pemerintahan kita saat ini, sudah tidak bisa tersentuh?

Ingat, Portugis dan VOC sanggup menjajah Nusantara ini ratusan tahun lamanya bukan karena mereka lebih kuat dan hebat dari rakyat Indonesia! tapi, karena banyaknya pengkhianat yang menjajakan diri mereka demi materialisme golongannya!


Konspirasi lainnya:

Leave a Reply